Jangan Lupa Lakukan Hal ini Sebelum Mematikan Mesin Mobil

Otolovers, apakah kamu pernah terburu-buru keluar dari mobil dan langsung mematikan mesin mobil secara tiba-tiba padahal audio dan AC masih dalam kondisi menyala?

Sebaiknya hal itu tidak sering-sering kamu lakukan karena dapat merusak mesin. Kalau kamu ingin mematikan mesin mobil pastikan semua perangkat elektronik yang terdapat di dalam mobil seperti audio/radio dan AC sudah mati terlebih dahulu.

Rusaknya mesin itu diakibatkan mesin yang masih bergerak tanpa diikuti oleh pelumasan. Hal tersebut dapat memungkinkan terjadinya gesekan komponen mesin secara kasar. Saat mobil dimatikan dengan tiba-tiba padahal semua perangkat belum dimatikan membuat penurunan tekanan pelumas secara drastis tanpa disertai oleh pergerakan mesin. Oleh sebab itu, kamu perlu menghindari kebiasaan menggeber mesin sesaat sebelum mematikan mesin.

Berikut ini adalah cara mematikan mobil yang benar agar mesin mobil tetap awet seperti yang dikutip dari situs resmi Nissan Indonesia.

1. Saat akan berhenti, sebaiknya kamu mulai mengurangi kecepatan mobil. Dengan begitu, mesin mobil akan ikut menyesuaikan pergerakannya. Selain itu ini juga berguna demi keamanan dirimu sendiri. Sebagian mobil jaman sekarang dilengkapi sistem keamanan yang dapat mendeteksi bahwa mobilmu akan menabrak atau mendekati suatu benda asing. Kemudian, saat mobilmu sudah terparkir dengan benar, berikan sedikit jeda sebelum kamu mematikan mesin.

2. Saat memberikan jeda, kamu juga perlu mengecek berbagai komponen dalam mobil. Karena, beberapa komponen akan tetap aktif menyala walaupun mesin mobil telah mati. Hal ini lah yang bisa menyebabkan aki mobil kamu jadi mati.

3. Hal yang wajib kamu perhatikan sebelum mematikan mesin mobil tidak lain adalah dengan mematikan AC terlebih dahulu. Sebagian besar pengendara justru kerap mematikan mesin lebih dahulu yang dilanjutkan dengan AC, beberapa diantaranya justru lebih terbiasa tidak mematikan AC. Hal ini tentu bisa memengaruhi keawetan kompresor AC, karena mesin mobil yang mati secara tiba-tiba bisa menimbulkan hentakan pada kompresor AC. Nah, jika tak ingin mesin atau AC mobil kamu rusak, kamu harus membiasakan diri untuk mematikan AC mobil terlebih dahulu.

4. Selain AC, hal lain yang perlu dimatikan terlebih dahulu adalah audio mobil. Tak bisa dipungkiri beberapa orang kadang lupa untuk mematikan audio mobilnya, padahal ini juga bisa merusak audio dan juga mesin. Bayangkan saja, saat lupa mematikan audio, audio juga akan segera menyala kembali saat mobil dihidupkan. Audio yang hidup dengan dukungan aki tentu akan kaget karena tekanan aki saat mobil baru menyala tidaklah stabil.

Jangan Sembarang Colok Kabel HP di Mobil Rental

Musim liburan akhir tahun sudah di depan mata. Liburan tentu tidak akan lengkap jika tidak berpergian alias melakuakn traveling. Bagi yang sudah berkeluarga, pergi bersama keluarga tercinta tentu akan lebih nyaman jika menggunakan kendaraan pribadi, kalaupun tidak punya, biasanya alternatif yang dipilih adalah dengan menyewa mobil.

Pilihan menggunakan mobil sewaan atau rental menurut saya sudah tepat, karena kita tidak perlu lagi memerlukan memikirkan biaya maintenance atau pemeliharan. Karena biasanya jika ingin berpergian jauh, mobil harus dilakukan perawatan yang lebih intens sebelum digunakan agar meminimalisir kendala saat liburan.

Namun ternyata, buat kamu yang senang mendengarkan lagu-lagu atau video pada smartphone dan mencolokkannya ke sistem infotainment mobil rental, sebaiknya kamu mulai menghentikannya dari sekarang. Kenapa?

Karena menurut sebuah laporan dari Privacy International, saat mencolokan kabel smartphone ke sistem infotainment tersebut, itu tidak hanya mengkoneksikan koleksi lagu atau video saja. Tapi juga akan mengirimkan lokasi serta alamat rumah pribadi.

Gak cuma sampai di situ, hal terburuk dari kebiasaan itu adalah data-data yang ada di telepon genggam bisa tersimpan secara otomatis di mobil pemilik. Dan hal ini belum tentu akan dihapus oleh pemilik.

Menurut Solicitorand Legal Officer di Privacy International, Millie Graham Wood, dalam sebuah mobil rental biasanya akan tersimpan 5-10 identitas dengan nomor telepon yang berbeda-beda. “Semua data akan tersimpan saat smartphone terkoneksi ke bluetooth mobil,” ucap Mille.

Selain itu, sistem infotainment juga akan memperlihatkan sistem navigasi dan sejumlah lokasi yang sudah tersimpan mulai dari tempat tujuan, serta nama pengguna.

Sementara itu dari pihak perusahaan rental rupanya tak mau ambil pusing dengan hal ini. Mereka meminta penyewa untuk menghapus datanya sendiri setelah menyewa mobil.

Menanggapi kasus ini, Nissan sebagai salah satu perusahaan otomotif asal Jepang ikut angkat bicara. Menurut Nissan, pihaknya tidak bisa bertanggung jawab karena mobil yang digunakan adalah milik perusahaan rental sendiri.

“Nissan tidak memiliki akses atau kontrol pad amobil untuk mereset karena ini adalah kendaraan rental, jadi diharapkan pelanggan atau perusahaan rental melakukan reset sendiri,” kata Nissan.

Sebagai masukan ke depannya memang seharusnya perusahaan pabrikan otomotif melengkapi fitur hiburan yang juga mementingkan sistem keamanan. Bisa saja data konsumen selain yang diperlukan tidak akan diambil. Dari sisi konsumen juga sebaiknya lebih hati-hati. Pastikan kamu mengenal sistem hiburan yang terpasang di mobil tersebut dan dapat menghapus data pribadi setelah selesai menyewa.