Jangan Sembarang Colok Kabel HP di Mobil Rental

Musim liburan akhir tahun sudah di depan mata. Liburan tentu tidak akan lengkap jika tidak berpergian alias melakuakn traveling. Bagi yang sudah berkeluarga, pergi bersama keluarga tercinta tentu akan lebih nyaman jika menggunakan kendaraan pribadi, kalaupun tidak punya, biasanya alternatif yang dipilih adalah dengan menyewa mobil.

Pilihan menggunakan mobil sewaan atau rental menurut saya sudah tepat, karena kita tidak perlu lagi memerlukan memikirkan biaya maintenance atau pemeliharan. Karena biasanya jika ingin berpergian jauh, mobil harus dilakukan perawatan yang lebih intens sebelum digunakan agar meminimalisir kendala saat liburan.

Namun ternyata, buat kamu yang senang mendengarkan lagu-lagu atau video pada smartphone dan mencolokkannya ke sistem infotainment mobil rental, sebaiknya kamu mulai menghentikannya dari sekarang. Kenapa?

Karena menurut sebuah laporan dari Privacy International, saat mencolokan kabel smartphone ke sistem infotainment tersebut, itu tidak hanya mengkoneksikan koleksi lagu atau video saja. Tapi juga akan mengirimkan lokasi serta alamat rumah pribadi.

Gak cuma sampai di situ, hal terburuk dari kebiasaan itu adalah data-data yang ada di telepon genggam bisa tersimpan secara otomatis di mobil pemilik. Dan hal ini belum tentu akan dihapus oleh pemilik.

Menurut Solicitorand Legal Officer di Privacy International, Millie Graham Wood, dalam sebuah mobil rental biasanya akan tersimpan 5-10 identitas dengan nomor telepon yang berbeda-beda. “Semua data akan tersimpan saat smartphone terkoneksi ke bluetooth mobil,” ucap Mille.

Selain itu, sistem infotainment juga akan memperlihatkan sistem navigasi dan sejumlah lokasi yang sudah tersimpan mulai dari tempat tujuan, serta nama pengguna.

Sementara itu dari pihak perusahaan rental rupanya tak mau ambil pusing dengan hal ini. Mereka meminta penyewa untuk menghapus datanya sendiri setelah menyewa mobil.

Menanggapi kasus ini, Nissan sebagai salah satu perusahaan otomotif asal Jepang ikut angkat bicara. Menurut Nissan, pihaknya tidak bisa bertanggung jawab karena mobil yang digunakan adalah milik perusahaan rental sendiri.

“Nissan tidak memiliki akses atau kontrol pad amobil untuk mereset karena ini adalah kendaraan rental, jadi diharapkan pelanggan atau perusahaan rental melakukan reset sendiri,” kata Nissan.

Sebagai masukan ke depannya memang seharusnya perusahaan pabrikan otomotif melengkapi fitur hiburan yang juga mementingkan sistem keamanan. Bisa saja data konsumen selain yang diperlukan tidak akan diambil. Dari sisi konsumen juga sebaiknya lebih hati-hati. Pastikan kamu mengenal sistem hiburan yang terpasang di mobil tersebut dan dapat menghapus data pribadi setelah selesai menyewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *